Illiza Diminta Tak Langgar Ayat Al-Qur’an Hanya Demi Kekuasaan

PORTAL AGARA

- Redaksi

Kamis, 13 Juni 2024 - 05:09 WIB

6013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Bakal Calon Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal diminta tidak memaksakan diri untuk menjadi orang nomor satu di Banda Aceh karena kepemimpinan perempuan di dalam Islam memang tidak dibenarkan sesuai dengan anjuran Al-Qur’an.

“Ureung Agam yang mengurus ureung inong (lelaki yang memimpin perempuan), “Arrijalun kawwamuna ‘alannisa’. Itu jelas-jelas merupakan ayat Al Qur’an. Bahkan sebagaimana dijelaskan Abu Mudi sebagai ulama yang harus kita pedoman bahwa juga ditulis di dalam kitab, syarat menjadi pemimpin adalah lelaki yang merdeka, berakal, sehat badan dan segalanya. Jadi, jangan sampai karena keinginan dan hasrat kekuasaan,” ungkap Ketua Forum peduli keadilan dan pembangunan FPKP, Saiful kepada media, Rabu 12 Juni 2024.

Apalagi, dia mengatakan bahwa Abu Mudi juga sudah menerangkan seorang perempuan yang maju sebagai pemimpin(kepala daerah) saja itu sudah berbuat dosa. “Ureung inong meunyoe kageucalon ka dipeubeut desya. Perempuan yang mencalonkan diri sebagai pemimpin ka ijak peubeut desya, karena dipeubeut beut yang han sah dikerjakan. Dipileh cit le ureung nyan ureung pilih pi salah, dosa. Dilantik, ureung lantik desya. Setelah dilantik sah dia sudah jadi pemimpin, inan lom yang masalah (perempuan kalau mencalonkan diri sebagai pemimpin sudah berbuat dosa, karena perbuatan yang dilakukan tidak sah dalam hukum agama. Dipilih juga oleh orang yang memilih juga ikut melakukan kesalahan, dosa. Dilantik, orang yang melantik ikut berdosa. Setelah dilantik dan sah jadi pemimpin, itu lebih bermaslah lagi)”.

“Ayatnya jelas, penjelasan kitab dan ulama juga sudah menjelaskan. Maka dari itu tentunya kita berharap Bunda Illiza tak langgar ayat Al Quran hanya karena ingin merebut kekuasaan. Persoalannya lagi kalau kita lihat penjelasan Abu Mudi dalam pengajian tersebut bahwa bukan hanya Bunda Illiza yang ingin jadi penguasa yang berdosa, bahkan partai pengusung, masyarakat yang memilih hingga pihak yang melantik juga akan terima dosanya karena harus melanggar apa yang telah digariskan di dalam agama yang bersumber langsung dari kitab suci Al-Qur’an. Kalau Bunda Illiza dan Partai pengusung/pendukung benar-benar sayang kepada ummat maka harus menyelamatkan ummat dari dosa bukan justru sebaliknya demi kekuasaan menghalalkan segala cara,”ujar Saiful.

Secara terpisah, salah seorang pemuda yang berdomisi di Banda Aceh, Arianda berharap sebagai seorang wanita tidak memaksakan kehendak, dan keluar dari fitrahnya. “Kondisi saat ini tidak dalam kondisi perang dan kekosongan kepemimpinan. Jika di masa kerajaan yang mengharuskan garis keturunan mengisi kepemimpinan, bisa saja raja diganti oleh putrinya karena sang raja wafat ketika perang misalkan namun tidak memiliki anak laki-laki, sehingga anak perempuannya yang mengisi kekosongan. Ini bukan lagi zaman kerajaan, jadi tidak ada alasan bagi seorang perempuan melanggar ayat Al-Qur’an karena ingin meraih kekuasaan. Kami sarankan kepada Bunda Illiza sebagai muslim yang taat untuk kembali kepada fitrahnya, ini bukan karena kami benci dengan sosok Bunda, namun memang sudah demikian disampaikan di dalam ajaran agama kita,”ujarnya.

Dia menambahkan, jika memang Illiza ingin mengabdi, maka kenapa tidak mengusung pihak lain tentunya laki-laki, kemudian mengambil peran untuk menyampaikan masukan-masukan atau ide-idenya. “Jika memang tak ada yang dianggap bisa menjalankan idenya itu, kenapa tidak saudara laki-laki atau maaf bahkan keluarga terdekatnya yang disuruh maju, itu lebih afdhol ketimbang harus mengajak ummat untuk mengabaikan amanah yang tertera di dalam Al-Qur’an tentang larangan kepemimpinan perempuan,” pungkasnya. (RIL)

Berita Terkait

TTI Desak APH Tindaklanjuti Pelanggaran Hukum Dalam Proses Tender
Aminullah di Mata Pemuda Banda Aceh: Sukses Sektor Ekonomi, Pembangunan, dan Kepemudaan
Dinilai Tidak Kooperatif Saat Didatangi, Danki Tempatkan Informen WH di Warung Fika
Pahami Makna Gratifikasi Dalam Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi
Semangat Idul Adha, PLN UID Aceh Salurkan 51 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Qurban
Lanjut Daftar di Gerindra Bukti Deni Irmansah Serius Maju Pilkada Aceh Selatan 2024
Dinilai Tak Becus, KIP Aceh Timur Harus Dievaluasi
Pj Gubernur Aceh Atau Diwakili Oleh Dinas Syariat Islam Aceh Berharap SEMMI Aceh Mampu Memberikan Kontribusi Untuk Daerah

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 02:05 WIB

TTI Desak APH Tindaklanjuti Pelanggaran Hukum Dalam Proses Tender

Senin, 22 Juli 2024 - 01:54 WIB

Aminullah di Mata Pemuda Banda Aceh: Sukses Sektor Ekonomi, Pembangunan, dan Kepemudaan

Rabu, 3 Juli 2024 - 00:43 WIB

Pahami Makna Gratifikasi Dalam Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:16 WIB

Semangat Idul Adha, PLN UID Aceh Salurkan 51 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Qurban

Minggu, 16 Juni 2024 - 01:13 WIB

Lanjut Daftar di Gerindra Bukti Deni Irmansah Serius Maju Pilkada Aceh Selatan 2024

Sabtu, 15 Juni 2024 - 04:39 WIB

Dinilai Tak Becus, KIP Aceh Timur Harus Dievaluasi

Sabtu, 15 Juni 2024 - 02:45 WIB

Pj Gubernur Aceh Atau Diwakili Oleh Dinas Syariat Islam Aceh Berharap SEMMI Aceh Mampu Memberikan Kontribusi Untuk Daerah

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:55 WIB

Serius Maju Pilkada Aceh Selatan, Tgk Amran Daftar Bacalon Bupati Lewat Partai Gerindra

Berita Terbaru