Kapolda Sumut Kuliah Umum di Kampus UMSU: Pentingnya Manfaat Hukum Bagi Masyarakat

PORTAL AGARA MEDAN

- Redaksi

Jumat, 21 Juni 2024 - 14:13 WIB

6017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sekaligus penutupan klinis hukum dan peradilan semu tahun 2023-2024, Kamis (20/6)

Dalam meterinya, Irjen Pol Agung menjelaskan soal pentingnya penegakan hukum dan harus memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Kita juga kadang sering lihat hukum tidak memberikan manfaat apa-apa. Kemanfaatan juga harus bisa dilaksanakan,” katanya.

Agung mencontohkan soal warga yang melaporkan kasus pencurian ayam. Untuk sampai pada proses pengadilan menurutnya warga harus mengeluarkan biaya lebih banyak, melebihi harga ayamnya yang dicuri.

“Dilaporkan kasus pencurian ayam, itu nanti sampai di pengadilan itu kambingnya hilang, kerbau hilang, bahkan nanti sampai putusan di Mahkamah Agung karena kasasi dan seterusnya, kandangnya juga hilang. Lalu apa yang bisa kita dapatkan manfaat hukum ini?,” ujarnya.

Di situlah, Agung menuturkan perlu adanya kemanfaatan hukum yang berkeadilan perlu diwujudkan. “Ini kaitannya bagaimana kita ingin mewujudkan tujuan hukum ini menjadi sesuatu yang nyata di tangan kita. Masyarakat membuat laporan, dibuat penyelidikan, penyidikan, pengadilan.

“Saya rasa kami terus menggelorakan bagaimana kepolisian bisa kemudian menyajikan rasa adil itu bisa dipegang, bukan di awang-awang,” sebutnya.

Dalam kuliah umum itu, mantan Kapolda Riau tersebut juga turut menjelaskan soal perbedaan penyelidikan dan penyidikan. Agung menerangkan bahwa penyelidikan berarti tahap awal pencarian fakta terkait informasi atau laporan yang diterima pihak kepolisian.

Setelah mengumpulkan fakta-fakta, kata Agung, nantinya petugas kepolisian akan menentukan apakah peristiwa itu termasuk dalam kategori pidana atau tidak. Jika termasuk, maka penyidik akan menaikkan status peristiwa itu ke penyidikan.

“Setelah itu, ditingkatkan lah peristiwa pidana yang terjadi ke penyidikan. Rangkaian kegiatan penyidikan adalah mencari alat bukti, dengan dua alat yang bukti bahwa ini pelakunya adalah si A, maka menemukan siapa pelakunya membuat terangnya perkara,” kata Agung.

Mantan Asops Kapolri itu menyebutkan penyelidikan dalam suatu kasus sangatlah penting. Menurutnya, kasus yang tidak diawali dengan penyelidikan akan berpengaruh terhadap keadilan.

“Kenapa sih kok gak harus langsung dilakukan penyidikan, kenapa penyelidikan dulu. Anda bayangkan, tidak ada fakta pendukung apapun, terus kita mengatakan bahwa itu penyidikan. Peristiwanya saja belum diuji, benar gak ada peristiwa kejahatan itu.”

“Kalau peristiwanya ini tidak diuji, kenapa kita harus menentukan tersangkanya. Menurut saya kalau proses penegakan hukum ini tidak diawali lewat penyelidikan, adalah sesuatu hal yang membahayakan bagi keadilan itu sendiri,” jelasnya.

Agung juga menyampaikan soal peran Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Agung menyebut SPKT tidak hanya sebagai layanan administratif saja. Dia mengibaratkan SPKT itu seperti UGD di rumah sakit.

“SPKT kepolisian sebenarnya bisa dianalogikan seperti halnya UGD di rumah sakit. Mereka datang sebagai orang yang sakit, punya masalah banyak, punya masalah terkait dengan pidana, untuk bagaimana dengan solusinya,” tambahnya.

“Bayangkan kalau kita mengikuti mekanisme yang berjalan bagaimana SPKT hanya memproduksi administratif saja. Jika kita analogikan seperti rumah sakit, begitu dilaporkan pak polisi langsung datang, ada apa, tanya peristiwa,” pungkasnya.(AVID/rel)

Berita Terkait

Senyum Anak Kampung Amisiga Sambut Patroli Satgas Yonif 509 Kostrad
Bharatu Niti Firdaus Satuan Brimob Polda Sulbar Jualan Bakso Saat Pulang Kantor
Kalapas Binjai Hadiri Sertijab & Pisah Sambut Ka LPKA Kelas I Medan
Resmi Terbentuk, Ketua DPD AMI Kuansing Siap Dukung Penuh Drs H.Suhardimam Amby,M.M
Meski Diduga Kuat Melanggar Hukum, CDO PT EDI Di Rohul Tetap Bungkam Soal Penanaman Kelapa Sawit Di Area DAS
Dosen dan Mahasiswa Pertanian Unhas Gelar Pelatihan Optimalisasi Pekarangan Dengan Teknologi Produksi Lipat Ganda Cabai
Pj Walikota Didampingi Sekdako dan Forkopimda, serta Fadila Saputra Komut TNN dan Ismail Sarlata Ketua AMI Hadiri Kejuaraan Bola Voly Putra U 17 Sambut HUT Pekanbaru ke 240
Ketidak Hadiran PT APN & PT EMA dalam Rapat Penyelesaian Konflik Lahan terhadap Masyarakat, Patut Dipertanyakan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 23:54 WIB

ChildFund International Ajak Masyarakat Hadapi Tantangan Perundungan Siber: Diskusi Terbuka ‘Hari Anak Nasional’ Membahas Solusi dan Perlindungan Anak di Era Digital

Kamis, 18 Juli 2024 - 23:15 WIB

Presiden Hisense Group Memaparkan Strategic Roadmap untuk Kesuksesan Masa Depan Perusahaan

Kamis, 18 Juli 2024 - 16:25 WIB

Halo Robotics Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Kelapa Sawit dengan Drone Pertanian DJI Agras T40

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:12 WIB

Hisense Memperluas Jangkauan Produk dengan Membuka Brandstore Surabaya

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:33 WIB

Bursa Efek Indonesia Mencapai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa dan Bagaimana Investor Asing Dapat Memanfaatkan Pertumbuhan Ini

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:47 WIB

Keuntungan dan Risiko Staking USDT: Bagaimana Memulai dan Apa yang Harus Diketahui

Selasa, 16 Juli 2024 - 22:58 WIB

Halo Robotics Sukseskan Pengiriman Barang Pertama dengan Drone di Indonesia

Selasa, 16 Juli 2024 - 16:09 WIB

Tips Memilih Jasa Renovasi untuk Kantor dengan Tepat

Berita Terbaru

REGIONAL

Pj Gubernur Lantik H. Jata,SE Sebagai Pj. Bupati Gayo Lues

Kamis, 18 Jul 2024 - 18:24 WIB